Sudah bukan rahasia lagi kalau mesin Geely Panda itu cenderung panas. Meski bertenaga besar, karena di-support mesin dengan displacement 1.500cc EGI (Electronic Gasoline Injection), tapi panasnya itu kadang bikin basah resah. Uh..
Terus, dampak mesin yang mengeluarkan panas berlebih itu apa? Perlu dilakukan studi secara empiris untuk mengetahui dampak nyatanya, tapi kami berlogika bahwa mesin yang cenderung panas dapat berimbas pada menurunnya kekuatan komponen pendukung lainnya yang berada di sekitar mesin. Ciyuus?
Coba kita cek ruang mesin Panda. Cara membuka kap mesin Panda berbeda dengan mobil lainnya, yaa. Mobil ini anti-mainstream. Jika umumnya tuas pembuka kap ada di sisi pengemudi sebelah kanan, namun tuas pembuka kap mesin Panda justru ada di sisi penumpang depan sebelah kiri. Mungkin alasannya karena mobil ini adalah mobil CBU yang diimpor utuh dari negeri tirai bambu, di mana posisi pengemudi ada di sebelah kiri. Dan ketika masuk Indonesia, posisi tuas ini tidak dirubah.
Skip..skip.. Setelah engine bay terbuka, kita bisa melihat jelas bahwa engine bay terdiri dari begitu banyak komponen. Terdapat komponen yang terdiri dari berbagai macam senyawa seperti besi, aliminium, karet, dan plastik. Dua komponen terakhir-lah yang sangat rentan terkena dampak panas. Karet dan plastik.
Celakanya, komponen yang bersinggungan langsung dengan panas, ternyata terbuat dari plastik! Yaa..header radiator Geely Panda memang terbuat dari plastik. Plastik yang solid, namun tentu saja tidak anti pecah. Asumsi dan logika kami, semakin lama digunakan dan bersinggungan dengan panas, maka kekuatannya pun pasti menurun sedikit demi sedikit!
Krak! Pecah radiator! Kejadian nih, Om Rudi dengan Panda merah-nya, terpaksa menjadi pasien rawat inap bengkel radiator. Untung Om Rudi yang dari Majalengka ini orangnya sabar, beriman dan bertakwa. Kalau enggak, si Panda udah diikhlasin jadi Emgrand.. Lah..mau Emgrand atuh, Om..mau.. Yang matic tapi, yee.. :D
Next..usut punya usut, ternyata header radiator Om Rudiana ini pecah sekitar 20 cm. Langkah untuk melalukan reparasi dengan las darurat urung dilakukan. Kenapa? Karena header radiator tadi yang berbahan plastik. Terus kumaha atuh, Om? (Terus gimana, dong?)
Untung member GOC pada kompak. Om Jay dan Om Syarif akhirnya sepakat untuk turun gunung membantu Om Rudi. Disambangilah bengkel langganan mereka untuk menyelesaikan kasus radiator pecah ini. Rekomendasinya apa, Om? Ganti bagian header yang terbuat dari plastik menjadi berbahan kuningan.
Bersambung..
Terus, dampak mesin yang mengeluarkan panas berlebih itu apa? Perlu dilakukan studi secara empiris untuk mengetahui dampak nyatanya, tapi kami berlogika bahwa mesin yang cenderung panas dapat berimbas pada menurunnya kekuatan komponen pendukung lainnya yang berada di sekitar mesin. Ciyuus?
Coba kita cek ruang mesin Panda. Cara membuka kap mesin Panda berbeda dengan mobil lainnya, yaa. Mobil ini anti-mainstream. Jika umumnya tuas pembuka kap ada di sisi pengemudi sebelah kanan, namun tuas pembuka kap mesin Panda justru ada di sisi penumpang depan sebelah kiri. Mungkin alasannya karena mobil ini adalah mobil CBU yang diimpor utuh dari negeri tirai bambu, di mana posisi pengemudi ada di sebelah kiri. Dan ketika masuk Indonesia, posisi tuas ini tidak dirubah.
Skip..skip.. Setelah engine bay terbuka, kita bisa melihat jelas bahwa engine bay terdiri dari begitu banyak komponen. Terdapat komponen yang terdiri dari berbagai macam senyawa seperti besi, aliminium, karet, dan plastik. Dua komponen terakhir-lah yang sangat rentan terkena dampak panas. Karet dan plastik.
Celakanya, komponen yang bersinggungan langsung dengan panas, ternyata terbuat dari plastik! Yaa..header radiator Geely Panda memang terbuat dari plastik. Plastik yang solid, namun tentu saja tidak anti pecah. Asumsi dan logika kami, semakin lama digunakan dan bersinggungan dengan panas, maka kekuatannya pun pasti menurun sedikit demi sedikit!
Krak! Pecah radiator! Kejadian nih, Om Rudi dengan Panda merah-nya, terpaksa menjadi pasien rawat inap bengkel radiator. Untung Om Rudi yang dari Majalengka ini orangnya sabar, beriman dan bertakwa. Kalau enggak, si Panda udah diikhlasin jadi Emgrand.. Lah..mau Emgrand atuh, Om..mau.. Yang matic tapi, yee.. :D
Next..usut punya usut, ternyata header radiator Om Rudiana ini pecah sekitar 20 cm. Langkah untuk melalukan reparasi dengan las darurat urung dilakukan. Kenapa? Karena header radiator tadi yang berbahan plastik. Terus kumaha atuh, Om? (Terus gimana, dong?)
Bersambung..




Komentar
Posting Komentar